Rabu, 23 Juni 2010

bercermin kepribadian

dsc00094



setiap hari pasti kita melakukan ritual bercermin demi mempercantik diri,dengan memperhatikan dengan seksama,jengkal demi jengkal wajah kita,menata rambut agar tidak acak-acakan atau bagi yang wanita di tambah polesan sana sini di setiap sudut muka biar terlihat cantik dan menawan. tapi apakah kita setiap hari melakukan ritual bercermin diri tentang perilaku kita yang kita lakukan sebelumnya,apakah kita melakukan introspeksi diri sebelum tidur malam tentang mengingat apa-apa yang kita lakukan sepanjang hari.

ya......kita kadang lupa untuk menginstrospeksi diri kita sendiri,tentang segala sesuatu ke hilafan kita yang kadang kita juga tidak sadar tentang kesalahan kita, yang kita ingat hanyalah kesalahan orang lain yang ada di otak kita. perlu kita sadari bercermin diri tentang perilaku kita sebelum mata terpejam di malam hari adalah sesuatu yang perlu kita lakukan agar kita bisa menjaga hubungan dengan orang lain juga bisa menjaga hubungan kita dengan Tuhan kita.

di saat kita capek seharian melakukan aktifitas,ada saatnya kita meng istirahatkan tubuh kita dengan tidur,tapi sebelum kita larut dalam alunan irama mimpi ada baiknya kita merenung diri,mencoba mencari kesucian hati agar mendapatkan ketenangan jiwa yang hakiki. merenung kan diri kita tentang perbuatan kita selama sepanjang hari,paling tidak kita mencoba merenungkan empat hal yang perlu kita introspeksikan kepribadian kita yang bisa kita audit setiap hari.

1. mengelola ibadah kepada sang pencipta

apakah selama ini ibadah kita sudah terkontrol dengan baik? menjalankan perintah-Nya dan meninggalkan laranga-Nya,beribadah tepat waktu atau justru kita malah lupa mengerjakannya atau bahkan selama ini meninggalkannya.padahal dengan beribadah membuat jiwa kita tenang dan merasa mudah dalam melakukan aktifitas kita,tapi kadang kita malas untuk melaksanakan ibadah itu sendiri,padahal kita tercipta ke dunia ini karena adanya Tuhan yang menciptakan kita yang di karuniai akal sehingga kita dapat berpikir mana yang baik dan yang buruk.

2. perilaku kita

apakah hari ini kita telah berkata jujur sepanjang hari kepada orang lain,tidak berkata kotor,bergosip keburukan orang,korupsi waktu,berbuat baik pada orang,bersedekah pada fakir miskin,berbakti pada orang tua,dengan merenungkannya agar kitabisa berbuat baik untuk esok hari.

3. menimbang ilmu kita

kata peribahasa "tuntutlah ilmu sampai kenegeri cina","Rajin pangkal Pandai",ya......sudah seberapa seriuskah kita mencari atau menambah ilmu?buku atau website apa saja yang telah kamu baca hari ini? ketrampilan atau keahlian apa yang kita miliki atau kita tingkatkan selama sehari ini?.belajar tidaklah harus selalu di sekolah atau di tempat kerja tapi belajar bisa di mana saja asal kita benar-benar mau mempelajarinnya.

4. kesiapan bila ajal menjemput kita

apakah anda sudah siap bila ajal menjemput kita?ih.....serem ah ngomongnya,tapi kita tidak mungkin kan hidup selamanya.kita dan semua orang yang ada di dunia ini tidak tahu kapan akan mati.apakah kita sudah mempersiapkan amalan perbuatan kita sebelum ajal menjemput kita. "muda foya-foya,tua bahagia,mati masuk sorga", weeedeehhh.....siapa lagi yang tidak mau,tapi apakah kita selama ini amal ibadah kita sudah cukup untuk perjalanan ke surga atau kita malah justru menimbun pundi-pundi dosa dalam diri kita yang akan terjerumus dalam jurang neraka.

setelah semuanya sudah kita renungkan ,kita mesti punya tekad untuk melaksanakan introspeksi dalam diri kita.jadi tidak hanya gosok gigi,cuci kaki,baca doa sebelum terlena oleh kasur dan bantal tapi perlu merenungkan dulu perilaku kita agar kita "naik kelas".

Selasa, 13 Januari 2009

puisi : Jiwa yang sepi sendiri

dalam tusukan butir-butir kerinduan yang menjalar

rintihan kalbu yang merasuki jiwa yang sepi

mencari apa yang di cari dalam kehampaan yang menyendiri

kadang rasa ini .........................................


entah mengadu pada angin yang merasuki aliran nafas

atau ...................................................

pada sudut-sudut ruangan yang seolah-olah menunggui

adakah rasa ini menjadi berseri dalam irama melodi yang berbagi

adakah bumi menjadi saksi tentang jiwa yang menunggui



by :tse-full

Senin, 12 Januari 2009

Harapan dan angan-angan

ga tau kenapa banyak orang kampung ingin sekali merantau di kota2 besar terutama di jakarta,mungkin aku dulu sama seperti yang lain,ya...... kerja di jakarta seolah-olah punya daya tarik tersendiri,mungkin kita terlalu sering menonton sinetron yang notabene hidup bermewah-mewahan.dulu waktu aku masih sekolah sudah terbayang-bayang bagaimana hidup di jakarta yang serba ada.mau nonton film,mau rekreasi ke pantai,mau mejeng di mall,atau yang lainnya yang serba wah.apalagi berpikir kalau kerja di jakarta pasti dapat banyak duit.wah....mengasikan bukan,hayalan yang sangat menyesatkan......,tapi menghayal apa salahnya seh.
 ternyata hidup di kota besar sangat berbeda dengan apa yang dikhayalkan,bagaimana tidak hidup dalam kosan berdinding triplex yang aku jalani waktu pertama kali kerja di jakarta dan hidup mandiri karena aku memutuskan untuk ngekos.